
Mobil Drag Race yang mengalami kecelakaan
KOTAMOBAGU, Sulutheadline.com – Suasana ajang drag race di Kotamobagu, Sulawesi Utara, berubah menjadi duka setelah sebuah mobil balap mengalami kecelakaan dan menghantam sejumlah penonton.
Data sementara yang dihimpun hingga Senin (10/8/2026), delapan orang dilaporkan meninggal dunia, sementara delapan lainnya mengalami luka berat.
Jumlah korban tersebut masih dapat berubah karena proses pendataan dan verifikasi masih berlangsung. Aparat berwenang juga belum menyampaikan keterangan resmi terkait jumlah akhir korban.
Peristiwa bermula ketika pebalap tim Pangeran 05 McJoe, Tian Ngantung, mengikuti kelas Free For All (FFA) menggunakan Honda Jazz.
Mobil tersebut melaju di lintasan hingga melewati garis finis. Namun, petaka terjadi ketika kendaraan memasuki area pengereman yang berada sekitar 100 meter setelah garis finis.
Mobil kemudian mengalami crash dan tergelincir hingga keluar dari lintasan. Kendaraan tersebut selanjutnya menghantam sejumlah penonton yang berada di sisi arena, tepatnya di sekitar ujung garis finis.
Benturan itu menyebabkan sejumlah orang menjadi korban dan harus mendapatkan pertolongan medis.
Korban Meninggal Bertambah
Korban meninggal dunia sebelumnya dilaporkan berjumlah lima orang.
Angka tersebut kemudian bertambah dua orang pada Minggu (9/8/2026) malam sekitar pukul 21.00 WITA.
Satu korban lainnya dilaporkan meninggal dunia pada Senin dini hari ketika menjalani perawatan di RSUD Monompia Kotamobagu.
Dengan demikian, sementara tercatat delapan korban meninggal dunia dan delapan korban mengalami luka berat.
Delapan korban meninggal yang terdata sementara yakni Harianti Mokoginta, Lisma Mokoginta, Ali Ponamon, Risna Longkun, Biyo Mokoagow, Rugaina Manangin, Nilawati Mokodongan, dan Ali Jojang.
Sementara korban luka berat yang terdata yakni Johar Mokoginta, Rina Longkun, Hadi Toisi, Murdani Pobela, Muxin Dondo, Arhan Mokoginta, Rapiska Mokodongan, dan Enjelia Lito.
Kronologi Penyebab Terjadinya Kecelakaan
Sampai berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari aparat terkait penyebab pasti kecelakaan maupun kronologi lengkap insiden tersebut.
Begitu pula dengan jumlah final korban yang masih menunggu proses verifikasi dari pihak berwenang dan rumah sakit.
Data delapan korban meninggal dan delapan luka berat dalam laporan ini masih bersifat sementara dan dapat berubah sesuai hasil pendataan resmi.***








