15 September 2026
Dari Mimbar GMIM Riedel Wawalintouan, Pemerintah Soroti Pendidikan hingga Ancaman Karhutla

MINAHASA, SULUTHEADLINE.COM – Perayaan HUT ke-37 Jemaat GMIM Riedel Wawalintouan, Wilayah Tondano Dua, menjadi momentum penting bagi jemaat untuk memperkuat pelayanan sekaligus menyambut kepemimpinan baru.

Ibadah syukur yang digelar di Gedung Gereja GMIM Riedel Wawalintouan, Minggu (30/8/2026), turut dirangkaikan dengan pelantikan pimpinan jemaat dan wilayah yang baru.

Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si., M.AP., hadir didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa Martina W. Dondokambey Lengkong bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa.

Dalam momentum tersebut, Pdt. Weldat Demli Rintjap, M.Th., resmi mengemban tugas sebagai pimpinan jemaat dan wilayah, menggantikan Pdt. Dr. Or. Anthonius Dan Sompe, M.Teol., M.Pd.K.
Sementara itu, Pdt. Anthonius Dan Sompe mendapat tugas pelayanan baru sebagai Wakil Ketua Bidang Misi dan Hubungan Kerjasama Sinode GMIM.

Ibadah syukur dipimpin Pdt. Djefry Saisab, S.Th., M.Si., selaku khadim. Pelayanan firman mengangkat bacaan Alkitab dari Efesus 4:17-32, yang menjadi bagian penting dalam perenungan jemaat pada momentum pertambahan usia pelayanan.

Pendidikan Jadi Perhatian

Pesan strategis pemerintah turut mewarnai perayaan HUT jemaat tersebut.

Mewakili Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E., Asisten Pemerintahan dan Kesra Dr. Denny Mangala, M.Si., menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat kepada seluruh warga Jemaat GMIM Riedel Wawalintouan.

Dalam sambutan Gubernur, perjalanan pelayanan misionaris asal Jerman, Riedel dan Schwarz, kembali diingatkan sebagai bagian dari sejarah penting perkembangan Minahasa. Kehadiran keduanya bukan hanya berkaitan dengan pekabaran Injil, tetapi juga turut meletakkan dasar bagi peningkatan kualitas pendidikan masyarakat.
Semangat tersebut dinilai tetap relevan dengan tantangan pembangunan saat ini.

Pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan pemerintah kabupaten terus mendorong percepatan peningkatan kualitas pendidikan agar generasi muda daerah mampu bersaing menghadapi masa depan.

Sejumlah program strategis pun disiapkan, termasuk rencana kehadiran SMA Taruna Nusantara di Langowan, pengelolaan sekolah rakyat bagi masyarakat kurang mampu, serta pembangunan sekolah nasional terintegrasi.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

Waspada Kemarau Panjang

Di tengah perayaan HUT jemaat, pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi lingkungan akibat kemarau panjang.

Cuaca kering meningkatkan potensi terjadinya kebakaran, baik pada kawasan permukiman maupun hutan dan lahan.

Karena itu, pemerintah provinsi dan kabupaten telah menerbitkan edaran kepada jajaran pemerintahan hingga tingkat kecamatan, desa dan kelurahan untuk meningkatkan kewaspadaan serta menjaga lingkungan.

Masyarakat juga diharapkan ikut berperan mencegah munculnya titik-titik kebakaran yang dapat mengancam permukiman maupun kawasan hutan dan lahan.

Hadir dalam ibadah syukur tersebut Ketua DPRD Minahasa Franky Wolayan, S.W., serta jajaran pemerintah daerah dan tamu undangan lainnya.

Perayaan HUT ke-37 GMIM Riedel Wawalintouan akhirnya tidak hanya menjadi peringatan perjalanan pelayanan jemaat, tetapi juga momentum memperkuat kolaborasi antara gereja, pemerintah dan masyarakat.

Semangat kebersamaan tersebut diharapkan terus menjadi kekuatan dalam menopang pembangunan Minahasa, Sulawesi Utara, hingga program pembangunan nasional.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *