
SULUT, Sulutheadline.com — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Utara tidak hanya menjadi momentum seremoni bagi Pemerintah Provinsi Sulut.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, momentum tersebut diarahkan menjadi ruang untuk menghadirkan sejumlah kebijakan yang dinilai menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah program Keringanan Merdeka, berupa insentif Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang berlaku selama Agustus hingga September 2026.
Program tersebut memberikan pembebasan tunggakan pokok PKB untuk kendaraan roda dua dengan kapasitas mesin di bawah 200 cc. Sementara kendaraan dalam kategori lainnya mendapatkan pengurangan tunggakan, termasuk pembebasan berbagai denda pajak.
Kebijakan itu diperkenalkan saat Yulius mencanangkan rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Utara dalam apel di Lapangan Kantor Gubernur Sulut, Jumat (7/8/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Dr. J. Victor Mailangkay, SH, MH, jajaran Forkopimda, Ketua TP PKK Sulut Ny. Anik Yulius Selvanus, Wakil Ketua TP PKK Dr. Merry E. Kalalo, SH, MH, Sekretaris Daerah Provinsi Sulut Tahlis Gallang, S.IP, MM, jajaran pimpinan perangkat daerah, TNI/Polri, instansi vertikal, BUMD, pelaku UMKM hingga ASN.
Menurut Yulius, peringatan kemerdekaan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus diterjemahkan dalam kerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Sulawesi Utara tidak boleh berdiam diri. Kita harus bergerak lebih cepat, melompat lebih tinggi, dan bekerja lebih keras demi menghadirkan daerah yang lebih mandiri, berdaya saing, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat,” tegas Yulius.
Selain memberikan stimulus melalui sektor perpajakan, Pemprov Sulut juga memasukkan agenda lingkungan dan perkebunan dalam rangkaian peringatan tahun ini.
Sebanyak 2.051 bibit pohon kelapa diserahkan secara simbolis. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat sektor perkebunan sekaligus membuka peluang pengembangan investasi hijau dan meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat.
Langkah ini juga memiliki relevansi dengan identitas Sulawesi Utara sebagai Bumi Nyiur Melambai, sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong pembangunan yang lebih berkelanjutan.
Tema pembangunan daerah “Sulut Melaju”, yang merupakan akronim dari Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan, turut menjadi pijakan dalam pelaksanaan rangkaian kegiatan tersebut.
Tema tersebut diselaraskan dengan tema nasional HUT ke-81 Kemerdekaan RI, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”
Semangat kemerdekaan juga akan diterjemahkan melalui Gerakan Pembagian dan Pemasangan Bendera Merah Putih.
Gubernur Yulius menginstruksikan seluruh perangkat daerah dan ASN untuk ikut membagikan serta memasang bendera kepada masyarakat yang belum memiliki bendera atau memiliki bendera yang sudah tidak layak pakai.
Sementara itu, rangkaian HUT RI dan HUT Sulut akan diisi dengan berbagai kegiatan olahraga, budaya, pertandingan persahabatan antarinstansi, line dance bersama hingga bazar UMKM.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat semangat persatuan, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan aktivitas ekonomi.
Di tengah berbagai agenda perayaan, Gubernur Yulius juga mengingatkan jajaran pemerintah daerah agar tidak mengabaikan potensi risiko akibat kondisi iklim.
Ia memberikan lima arahan kepada seluruh perangkat daerah dan ASN, yakni menyemarakkan peringatan secara bermakna, menjaga profesionalisme pelayanan publik, memperkuat sinergi lintas sektor, memastikan keamanan seluruh kegiatan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak El Niño.
Mitigasi, kata dia, harus dilakukan secara terukur agar pemerintah daerah mampu mengantisipasi dampak yang dapat dirasakan masyarakat.
Gubernur Yulius pun mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum HUT Kemerdekaan RI dan HUT Provinsi Sulawesi Utara sebagai energi baru untuk memperkuat persatuan dan kerja bersama.
“Mari kita kobarkan semangat juang para pahlawan, rapatkan barisan, dan buktikan bahwa Sulawesi Utara siap menjadi pilar utama menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur,” pungkasnya.**






