
Pasokan BBM di Sitaro menjadi perhatian Pemkab. Kapal pembawa BBM dijadwalkan tiba Senin, 24 Agustus 2026 untuk memenuhi kebutuhan masyarakat
SITARO, Sulutheadline.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) mengambil langkah cepat menghadapi persoalan keterbatasan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dirasakan masyarakat di wilayah kepulauan tersebut.
Ketersediaan BBM menjadi perhatian pemerintah daerah karena menyangkut kebutuhan transportasi dan berbagai aktivitas masyarakat. Gangguan pasokan dikhawatirkan turut berdampak pada pergerakan ekonomi, terutama di wilayah yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap transportasi laut.
Pemkab Sitaro bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terus membangun koordinasi dengan instansi teknis serta pihak penyalur BBM. Upaya tersebut diarahkan untuk memastikan distribusi kembali berjalan dan kebutuhan masyarakat di wilayah Siau, Tagulandang dan Biaro dapat terpenuhi.
Kondisi geografis Sitaro sebagai daerah kepulauan menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kelancaran distribusi energi. Mobilisasi pasokan yang bergantung pada jalur laut membuat koordinasi antarpihak menjadi faktor penting agar distribusi dapat berlangsung sesuai jadwal.
Pemerintah daerah memastikan persoalan ini tetap menjadi perhatian dan akan dikawal bersama seluruh pihak terkait. Koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk mencari solusi terhadap hambatan pasokan sekaligus menjaga agar kondisi di lapangan tidak semakin meluas.
Di tengah situasi tersebut, masyarakat diimbau tetap bersabar dan menjaga ketenangan. Warga juga diharapkan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan sehingga ketersediaan yang ada dapat dimanfaatkan secara proporsional.
Informasi dari Bagian Ekonomi Setda Kabupaten Sitaro menyebutkan, kapal yang membawa pasokan BBM direncanakan tiba pada Senin, 24 Agustus 2026.
Kedatangan kapal pasokan tersebut diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus membantu memulihkan distribusi BBM di Sitaro. Pemerintah daerah pun terus memantau perkembangan hingga pasokan kembali normal. (*/red)







