25 September 2026
FKUB Sulut

MANADO, SULUTHEADLINE.COM – Tantangan menjaga kerukunan umat beragama kini tidak hanya terjadi di tengah kehidupan sosial masyarakat, tetapi juga merambah ruang digital. Kondisi ini menjadi perhatian Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E., saat memberikan arahan kepada Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Utara periode 2026–2031.

Yulius menekankan pentingnya peran FKUB dalam menghadapi perkembangan informasi yang begitu cepat, terutama potensi penyebaran hoaks, provokasi, hingga narasi intoleransi melalui media sosial.

Pesan itu disampaikan Gubernur saat melantik jajaran Pengurus FKUB Provinsi Sulawesi Utara periode 2026–2031 di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Senin (21/9/2026) malam.

Dalam arahannya, Yulius mengingatkan bahwa keberagaman yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sulawesi Utara harus terus dirawat melalui komunikasi dan sikap saling menghormati.

Bagi Yulius, kerukunan bukan sekadar slogan yang disampaikan dalam berbagai kegiatan. Nilai tersebut harus diwujudkan melalui kehidupan sosial yang mengedepankan toleransi, kebersamaan dan semangat gotong royong.

Falsafah “Torang Samua Basudara”, menurutnya, harus terus menjadi pijakan dalam membangun hubungan antarumat beragama di Bumi Nyiur Melambai.

Karena itu, pengurus FKUB yang baru dilantik diminta tidak hanya aktif dalam kegiatan formal. FKUB harus mampu turun langsung ke tengah masyarakat dan memperkuat komunikasi dengan tokoh agama, pemerintah, aparat keamanan serta FKUB kabupaten dan kota.

“Menjaga kerukunan adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” tegas Yulius.

Selain memperkuat komunikasi antarelemen, Gubernur juga memberikan perhatian terhadap keterlibatan generasi muda dalam menjaga toleransi.

FKUB Sulut didorong memperluas edukasi kepada pelajar dan mahasiswa melalui program FKUB Go To School dan FKUB Go To Campus. Program tersebut diharapkan menjadi ruang untuk menanamkan nilai toleransi sekaligus membangun kesadaran generasi muda mengenai pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Tak kalah penting, FKUB diminta ikut memperkuat literasi digital masyarakat.

Menurut Yulius, kemampuan menyaring informasi menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas kehidupan sosial. Informasi yang tidak benar maupun narasi yang memicu perpecahan perlu diantisipasi agar tidak berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, lanjut Yulius, akan terus membangun sinergi dengan seluruh lembaga keagamaan dalam menjaga suasana kehidupan masyarakat tetap aman dan harmonis.

Ia berharap kepengurusan FKUB periode 2026–2031 mampu menjalankan peran secara nyata dan menjadi penghubung komunikasi antarelemen masyarakat.

“Menjaga kerukunan adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan Sulawesi Utara yang aman, damai, maju, dan sejahtera,” pungkas Yulius.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *