Gubernur Yulius Selvanus Terima Kartika Pamong Praja Madya, Praja IPDN Ditantang Jadi Penggerak Perubahan

oleh -41 Dilihat
oleh

Jatinangor, Sulutheadline.com – Penghargaan bukanlah garis akhir pengabdian, melainkan pengingat atas tanggung jawab yang lebih besar kepada masyarakat. Pesan inilah yang ditegaskan Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, setelah menerima penganugerahan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Senin (12/10/2026).

Penganugerahan tersebut berlangsung dalam upacara di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor. Penghormatan ini menjadi momentum bagi Yulius untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, kepemimpinan, dan pengabdian dalam menjalankan roda pemerintahan.

Di hadapan Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si., jajaran civitas akademika, serta para Praja IPDN, Gubernur Yulius menekankan bahwa penghargaan yang diterimanya tidak boleh dimaknai sebatas pencapaian pribadi.

Sebaliknya, penghormatan tersebut harus menjadi dorongan untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, daerah, bangsa, dan negara.

“Penganugerahan ini bukanlah sekadar tanda kehormatan pribadi. Lebih dari itu, penganugerahan ini adalah panggilan tanggung jawab, sebuah amanah, dan tantangan moral untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,” tegas Yulius.

Kartika Pamong Praja Madya merupakan bentuk penghargaan dari IPDN kepada kepala daerah atas kontribusi dan pengabdiannya dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Sementara itu, Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan menjadi bentuk penghormatan yang menghubungkan penerimanya dengan keluarga besar pendidikan kepamongprajaan.

Bagi Yulius, nilai penting dari penghargaan tersebut terletak pada bagaimana tanggung jawab kepemimpinan diwujudkan melalui kebijakan yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Sebab, keberhasilan pemerintahan tidak cukup diukur dari pencapaian administratif maupun penghargaan yang diterima. Lebih dari itu, pemerintah dituntut menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas, tata kelola yang baik, serta pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pesan tersebut juga menjadi penekanan bagi para calon aparatur pemerintahan yang tengah menempuh pendidikan di IPDN.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Yulius mengingatkan para Praja IPDN agar mempersiapkan diri menjadi aparatur negara yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu menjawab tantangan zaman.

Menurutnya, kualitas sumber daya manusia aparatur menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan pembangunan.

Karena itu, calon pamong praja tidak boleh hanya berorientasi pada pelaksanaan tugas rutin, tetapi harus mampu mengembangkan kompetensi dan menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), pemanfaatan big data, serta dinamika ekonomi global, turut menuntut birokrasi untuk terus beradaptasi.

Aparatur pemerintah dituntut memiliki pola pikir terbuka, responsif terhadap perubahan, serta mampu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik.

Yulius menegaskan, birokrasi masa depan harus bergerak lebih lincah dan profesional. Aparatur negara tidak boleh terjebak dalam rutinitas administratif, tetapi harus tampil sebagai bagian dari solusi dan motor penggerak pembangunan.

Selain menyoroti kualitas aparatur, Gubernur Sulut juga menekankan pentingnya membangun kepemimpinan yang kuat melalui sinergi dengan berbagai elemen, termasuk masyarakat, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, seorang pemimpin harus memiliki ketegasan dalam prinsip, tetapi tetap mengedepankan sikap mengayomi dan memahami kebutuhan masyarakat.
Kepemimpinan yang efektif, lanjutnya, harus tercermin dalam kebijakan konkret yang mampu menjawab persoalan di lapangan, bukan sekadar berhenti pada perencanaan atau pernyataan.

Prinsip tersebut menjadi penting di tengah tuntutan masyarakat terhadap pemerintahan yang semakin transparan, profesional, dan berorientasi pada hasil.
Integritas dan kompetensi aparatur pun harus berjalan beriringan agar kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dapat terus diperkuat.

Menutup sambutannya, Yulius menyampaikan pesan kuat kepada para Praja IPDN agar tidak sekadar menjadi penonton dalam perjalanan pembangunan bangsa.

Ia mendorong generasi calon pamong praja untuk berani mengambil peran, memiliki inisiatif, serta mampu membawa perubahan positif ketika nantinya mengemban tugas sebagai aparatur negara.

“Jangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!” serunya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa aparatur pemerintahan harus memiliki keberanian untuk berinovasi, kemampuan membaca tantangan, serta komitmen untuk bekerja demi kepentingan masyarakat.

Penganugerahan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan kepada Gubernur Yulius Selvanus pun menjadi momentum untuk kembali meneguhkan nilai-nilai pengabdian dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Bagi Sulawesi Utara, semangat tersebut diharapkan tercermin dalam penguatan tata kelola pemerintahan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta pelaksanaan pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pada akhirnya, kehormatan dalam kepemimpinan tidak hanya terletak pada penghargaan yang diterima, tetapi juga pada konsistensi menghadirkan perubahan dan menjaga amanah rakyat.(*shl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.