
SULUT, SULUTHEADLINE.COM – Sebuah pesan kuat disampaikan Irjen Pol Dr Roycke Harry Langie saat memimpin apel pagi di Mapolda Sulawesi Utara, Selasa (1/9/2026). Bukan sekadar apel rutin, momentum tersebut menjadi apel terakhir Roycke bersama jajaran Polda Sulut sebelum menjalankan amanah baru sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops Kapolri).
Di hadapan Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono, para Pejabat Utama Polda Sulut, Kapolresta Manado, para Kapolres jajaran dan seluruh personel, Roycke Langie memilih meninggalkan satu pesan utama: jangan kehilangan kekompakan.
Setelah hampir dua tahun memimpin Polda Sulut, Roycke mengakui apel tersebut menjadi momen yang memiliki arti tersendiri baginya.
“Kalau dilihat dari kurikulum hari, saya mungkin apel pagi terakhir dengan teman-teman semua di sini. Terhitung secara kurikulum, saya bertugas 1 tahun 11 bulan 5 hari,” kata Roycke.
Pergantian jabatan, menurutnya, bukan alasan untuk memutus hubungan dengan keluarga besar Polda Sulut. Perpindahan tugas merupakan bagian dari pengabdian seorang anggota Polri yang harus siap ditempatkan dan diberi tanggung jawab di mana pun.
Roycke pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan tugasnya di Sulawesi Utara.
Ia menilai berbagai keberhasilan dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di daerah tidak dapat dilepaskan dari kerja kolektif seluruh jajaran.
“Saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh anggota. Karena melalui kebersamaan, ada tiga hal yang perlu kita maknai, kita telah bekerja bersama, kita telah berjuang bersama, dan kita telah bercita-cita bersama,” ujarnya.
Pesan tersebut kemudian dipertegas dengan permintaan agar soliditas internal Polda Sulut tetap dipertahankan.
Roycke mengingatkan personel bahwa kekompakan dan hubungan yang baik menjadi salah satu fondasi penting dalam menjalankan tugas kepolisian.
“Tetap jaga kebersamaan, tetap jaga kekompakan. Tidak ada kesuksesan tanpa kebersamaan dan silaturahmi,” tegasnya.
Tak hanya soal soliditas, ia juga meminta seluruh jajaran menjaga nama baik institusi. Harga diri dan martabat Polri, kata dia, harus tetap menjadi pegangan setiap personel dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Pertahankan harga diri dan martabat institusi, serta terus memberikan yang terbaik untuk kemajuan Polri,” pesannya.
Apel terakhir Roycke Langie di Polda Sulut juga bertepatan dengan HUT ke-78 Polisi Wanita (Polwan). Ia turut menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh Polwan yang menjadi bagian dari keluarga besar Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Sebelum mengakhiri arahannya, Roycke Langie menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan selama menjalankan tugas sebagai Kapolda Sulut.
Ia juga meminta doa dan dukungan dari seluruh keluarga besar Polda Sulut untuk menghadapi tugas barunya di Mabes Polri.
Kini, tongkat pengabdian Roycke Langie berlanjut di tingkat Mabes Polri. Namun, pesan yang ditinggalkannya di Sulawesi Utara cukup jelas: soliditas harus tetap dijaga, institusi harus dihormati, dan pengabdian kepada Polri harus terus berjalan.***






