
Manado,Sulutheadline.com – Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait perkara yang menjerat Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Sirajudin Lasena mulai bergerak ke sejumlah lokasi di Sulawesi Utara.
Terbaru, penyidik KPK menggeledah sebuah kantor kontraktor milik Tony Tanos di kawasan Ruko Marina Plaza, Jalan Pierre Tendean, Manado, Kamis (24/9/2026).
Penggeledahan dilakukan hanya tiga hari setelah KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) pada 21 September 2026.
Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan 14 orang dari sejumlah lokasi, termasuk Jakarta, Sulawesi Utara dan Gorontalo. Dari rangkaian operasi itu, KPK kemudian menetapkan Sirajudin Lasena sebagai tersangka dalam perkara dugaan pemerasan dan penerimaan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bolmut.
Kasus tersebut berkaitan dengan kegiatan dan proyek di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Bolmut, termasuk pekerjaan pembangunan infrastruktur jalan.
Pantauan di lokasi menunjukkan proses penggeledahan berlangsung dengan pengamanan ketat.
Sejumlah personel kepolisian bersenjata terlihat berjaga di sekitar Ruko Marina Plaza. Sementara penyidik KPK melakukan pemeriksaan di dalam kantor kontraktor tersebut.
Belum ada informasi resmi mengenai dokumen, barang atau alat bukti yang menjadi sasaran penyidik dalam penggeledahan tersebut.
KPK juga belum mengungkap apakah terdapat barang atau dokumen yang diamankan dari lokasi.
Nama Tony Tanos muncul dalam konteks penggeledahan tersebut. Namun, hingga saat ini KPK belum menjelaskan secara resmi posisi Tony Tanos maupun bentuk keterkaitannya dengan perkara yang sedang disidik.
Karena itu, penggeledahan kantor tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa Tony Tanos telah terlibat atau berstatus sebagai pihak yang diperiksa dalam perkara OTT Bupati Bolmut.
Dalam proses hukum, keterkaitan seseorang dengan suatu perkara tetap harus didasarkan pada keterangan resmi penyidik dan alat bukti yang diperoleh dalam proses penyidikan.
Hingga berita ini diturunkan, KPK belum menyampaikan hasil penggeledahan di kantor tersebut.
Belum diketahui pula barang atau dokumen apa yang diamankan penyidik serta sejauh mana lokasi tersebut berkaitan dengan perkara yang tengah ditangani KPK.
Perkembangan berikutnya masih menunggu keterangan resmi KPK mengenai hasil penggeledahan dan rangkaian penyidikan perkara dugaan pemerasan serta penerimaan lainnya di lingkungan Pemkab Bolmut.**








