Komisi IV DPR RI Tinjau Peternakan Babi Modern PT SOW di Minut, Dorong Penguatan Peternak Lokal

oleh -54 Dilihat
oleh

Minut, Sulutheadline.com – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan kunjungan kerja reses ke PT Sulawesi Optima Wirakarya (PT SOW) di Desa Batu, Kecamatan Likupang Selatan, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Jumat (9/10/2026). Kunjungan ini bertujuan melihat langsung pengembangan peternakan babi modern terintegrasi yang mengandalkan teknologi dan genetika unggul.

Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune J.E. Ganda, SE, MAP, MM, M.Si, menyambut rombongan Komisi IV DPR RI bersama sejumlah pejabat pemerintah daerah, di antaranya Asisten II serta kepala dinas yang membidangi pertanian, kelautan dan perikanan, lingkungan hidup, serta Camat Likupang Selatan.

Bupati Joune Ganda mengatakan, kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi para legislator untuk melihat secara langsung sistem operasional peternakan modern yang dikembangkan PT SOW.

“Pada hari ini pimpinan dan anggota DPR RI dari Komisi IV melaksanakan kunjungan kerja reses ke PT SOW di Desa Batu. Kunjungan ini untuk melihat secara langsung peternakan babi modern terintegrasi,” ujar Joune.

Ia mengapresiasi langkah Direktur PT SOW, Andreas Surja Putra, yang mengembangkan sistem peternakan modern di Minahasa Utara. Menurutnya, pengembangan usaha tersebut memiliki prospek karena kebutuhan daging babi di Sulawesi Utara dan kawasan Indonesia bagian utara cukup tinggi.

Keberadaan PT SOW diharapkan dapat memperkuat ketersediaan bibit atau calon indukan unggul sekaligus mendukung pasokan babi untuk kebutuhan daging konsumsi.

Namun, Joune menegaskan bahwa pengembangan peternakan modern perlu diikuti dengan keterlibatan peternak lokal, akademisi, dan tenaga ahli kesehatan hewan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Perusahaan ini membangun kemitraan dengan peternak masyarakat, akademisi, dan para ahli. Ekosistem peternakan bisa terbentuk dan memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Direktur PT SOW, Andreas Surja Putra, menjelaskan bahwa perusahaan menerapkan sistem closed house atau kandang tertutup. Sistem ini memungkinkan pengaturan suhu dan kelembapan untuk menciptakan lingkungan yang sesuai bagi pertumbuhan dan perkembangbiakan ternak.

“Paling sederhana, sistem kami menggunakan closed house seperti peternakan ayam modern, di mana suhu dan kelembapan kami atur agar hewan ternak mendapatkan lingkungan yang optimal untuk berkembang biak,” jelas Andreas.

Ia mengungkapkan, ternak yang dikembangkan merupakan jenis pure breed atau galur murni yang memerlukan penanganan khusus. Kapasitas produksi PT SOW disebut berada pada kisaran 7.000 hingga 8.000 ekor.

Dalam proses seleksi, ternak yang memenuhi kualifikasi akan dipersiapkan menjadi calon indukan, sedangkan ternak yang tidak memenuhi persyaratan tersebut diarahkan untuk produksi daging.

Andreas mengatakan, prioritas perusahaan saat ini adalah menyediakan calon indukan unggul bagi peternak di Sulawesi Utara agar mereka memperoleh akses terhadap genetika ternak yang lebih baru.

Untuk mendukung penerapan sistem tersebut, PT SOW juga berencana memperkuat edukasi melalui seminar dan pendampingan kepada peternak, terutama mengenai manajemen pemeliharaan serta penyesuaian fasilitas kandang sesuai kebutuhan ternak.

“Kami akan fokus terlebih dahulu di Minahasa Utara. Dengan dukungan pemerintah daerah, apa yang kami lakukan bisa menjadi contoh bagi wilayah lain, termasuk langkah preventif terhadap penyakit ternak,” kata Andreas.

Pengembangan peternakan modern terintegrasi di Desa Batu diharapkan dapat membuka peluang kemitraan bagi peternak lokal, meningkatkan produktivitas usaha, serta memperkuat rantai pasok peternakan di Sulawesi Utara.

Sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, peternak, dan kalangan akademisi menjadi salah satu faktor penting agar pengembangan sektor peternakan dapat berjalan berkelanjutan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.(*/shl)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.